Kumpulan artikel UU Lalu-Lintas dan modifikasi

image

*berkaitan dg lampu depan motor
(bukan termasuk kategori denda tilang Rp 24 juta.)
^ Undang Undang No 22 Tahun 2009 tentang LLAJ pasal 48 ayat 2 huruf i:
i. sistem lampu dan alat pemantul cahaya, terdiri atas:
1. lampu utama dekat, warna putih, atau kuning muda;
2. lampu utama jauh, warna putih, atau kuning muda;
3. lampu penunjuk arah, warna kuning tua dengan sinar kelap-kelip;
4. lampu rem, warna merah;
5. lampu posisi depan, warna putih atau kuning muda;
6. lampu posisi belakang, warna merah; dan
7. lampu mundur, warna putih atau kuning muda.
^Pasal 24 ayat (2) Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan , untuk sepeda motor harus dilengkapi dengan lampu utama dekat dan
lampu utama jauh paling banyak dua buah dan dapat memancarkan cahaya
paling sedikit 40 (empat puluh) meter ke arah depan untuk lampu utama dekat dan
100 (seratus) meter ke arah depan untuk lampu utama jauh.
lampu yg tidak boleh digunakan adalah lampu HID dan lampu sorot karena terlalu terang dan menyilaukan, juga lampu strobo/lampu pengawalan milik petugas keamanan negara tidak boleh digunakan oleh umum.

*berkaitan dg warna motor.
(Bukan termasuk pasal dg denda tilang Rp 24 juta)
UU no 22 tahun 2009 dan peraturan kepala kepolisian negara republik Indonesia no 5 tahun 2012 pasal 54 dg denda Rp24 juta tapi tidak diperbolehkan merubah warna cat asli atau dasarnya pada body dan rangka sepeda motor seperti yg tertulis di STNK. contohnya jika di STNK warna rangka dan body tertulis hitam kemudian dirubah warna cat menjadi kuning itu dilarang. tapi jika merubah warna cat rangka dan body dg menggunakan stiker atau skotlet berwarna masih diberi toleransi, asalkan tidak full body motor atau mobil.

*copas pasal 131 huruf e PP 55/2012.
Jadi yg dimaksud modifikasi merubah dimensi, mesin, dan daya angkut menurut pasal 131 e PP 55/2012 adalah :
1.Perubahan pada dimensi adalah merubah ukuran sumbu dan konstruksi Kendaraan Bermotor. Pasal 54 PP 55/2012 mengatur sampai ke milimeter maksimum. Dalam bagian penjelasan kendaraan hanya boleh ditambah dimensinya 50 mm ke kiri atau ke kanan.
2.Perubahan pada spesifikasi mesin adalah dengan mengganti mesin dengan tipe yang berbeda dari TPT atau melakukan bore-up/merubah kapasitas mesin(kubikasi piston mesin). Modif(mesin) untuk digunakan dijalan seperti bore up mesin, ganti mesin (dari mesin motor/mobil jenis A diganti menjadi mesin motor/mobil B demi memiliki CC tertentu),
3.Perubahan pada daya angkut adalah dengan dengan menambah jarak/merubah material sumbu kendaraan untuk memperbesar daya angkut kendaraan.
***pada point ke 3 inilah yg mengharuskan motor harus mempunyai tipe model body dan tipe mesin yg sama.

*copas(copy paste) situs hukum online :
uu no 22 tahun 2009 modifikasi kendaraan yang dapat dilakukan, antara lain:
1. modifikasi dimensi(rangka kendaraan) hanya dapat dilakukan pada perpanjangan atau pemendekan landasan (chassis/rangka motor ) tanpa mengubah jarak sumbu(jarak antara kanan dan kiri) dan konstruksi Kendaraan Bermotor tersebut(tanpa merubah jumlah roda motor tersebut)
2. modifikasi mesin (hanya dapat) dilakukan dengan mengganti mesin dengan mesin yang merek dan tipenya sama;
3. Modifikasi daya angkut hanya dapat dilakukan pada Kendaraan Bermotor dengan menambah sumbu bagian belakang tanpa mengubah jarak sumbu aslinya dan sumbu yang ditambahkan harus memiliki material yang sama dengan sumbu aslinya dan harus dilakukan perhitungan sesuai dengan daya dukung jalan yang dilalui.

*copas Solopos
SURABAYA – Aturan berkendara yang memberi denda Rp24 juta kepada sepeda motor dan kendaraan lain yang dimodifikasi memang membuat heboh. Tetapi ingat, tidak semua jenis modifikasi terancam denda tersebut.
Direktorat Lalu Lintas Polda Surabaya, Iptu MR Firman menjelaskan aturan berkendara terbaru itu hanya menjerat kendaraan yang dimodifikasi secara ekstrem. Maksud modifikasi ekstrem adalah mengubah bentuk dan fungsi kendaraan secara drastis.
”Misalnya kapasitas mesin(kubikasi piston) sudah naik(modifikasi mesin), atau modifikasi motor roda dua menjadi roda tiga(modifikasi dimensi), atau perubahan daya angkut Seperti motor yang jadi odong-odong,” ungkap Firman sebagaimana dikutip Solopos.com dari laman Otorider, Selasa (9/12/2015).
Sedangkan jika modifikasi masih terbilang ringan, kendaraan tidak akan ditilang selama surat-suratnya lengkap.
”Kalau hanya pasang aksesori, ganti ban atau pelek itu enggak akan ditilang. Karena itu bukan termasuk pelanggaran yang dimaksud di pasal,” imbuh Firman.
Diberitakan sebelumnya, aturan berkendara tentang modifkasi kendaraan itu tertuang dalam sejumlah pasal. Pertama adalah UU No 22 tahun 2009 pasal 227 dan 316 ayat 2. Kedua adalah PP No 55 tahun 2012 tentang kendaraan pasal 131 e, 132 ayat 2, dan 132 ayat 7.

*copas tribunenews jambi
Wadir Lantas Polda Jambi, AKBP Sarif Rahman menanggapi hal ini. Katanya, memodifikasi kendaraan roda dua maupun empat tidak dilarang. Asalkan, sergahnya, sesuai ketentuan pasal 131 huruf e dan pasal 132 ayat (2) dan ayat 7 PP Nomor 50 tahun 2012 tentang Kendaraan jo pasal 50 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Dia bilang, bahwa kendaraan yang dimodifikasi sehingga menyebabkan perubahan tipe berupa dimensi, mesin dan kemampuan daya angkut, wajib dilakukan uji tipe untuk memperoleh sertifikat.
“Misalnya mengganti mesin. Seperti bodi kijang Innova tapi mesin Mitsubishi. Tapi ada syaratnya, harus ada kuitansi pembelian, PID dan harus tersertifikasi sesuai UU,” katanya kepada Tribun, Sabtu (14/1).

*copas tribunenews
“Kalau mau memodifikasi, berubah dari wujud motor aslinya, ya silahkan ganti STNK. Disesuaikan dengan modifikasi yang baru. Motor ataupun mobil yang sudah termodifikasi tadi sudah harus mendapatkan surat izin uji tipe dari dinas perhubungan,“ ujarnya.

Menurut aturan yang berlaku, modifikasi adalah perubahan tipe berupa dimensi, mesin, dan kemampuan daya angkut, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (1) UU No. 22 Tahun 2009 juncto Pasal 123 ayat (1) huruf b juncto Pasal 131 huruf (e) PP No 55/2012.

Belakangan, publik dibuat ramai oleh kabar mengenai pelarangan modifikasi kendaraan bermotor. Bagi mereka yang melanggar aturan tersebut, menurut Pasal 175 ayat 2 huruf a UU, akan diberikan peringatan sebanyak tiga kali dengan jangka waktu masing-masing 30 hari kalender. Setelah peringatan tidak digubris, pelanggar dikenai sanksi administratif berupa denda paling banyak Rp 24.000.000,-.

*berkaitan dg knalpot motor
( bukan termasuk kategori denda tilang Rp 24 juta.)
Sebenarnya polisi fokus dengan knalpot yang berisik, namun untuk keseragaman akhirnya polisi akan menindak/menilang semua jenis knalpot yang ukuran kebisingan dalam satuan desibel(db) TIDAK STANDARD vendor/pabrik motor. juga Knalpot yang dijual di toko-toko variasi belum memiliki surat lulus uji persyaratan teknis dari Dinas Perhubungan. So meskipun kalau memakai knalpot racing tapi sudah memiliki uji persyaratan teknis dari Dinas Perhubungan yo rapopo.

*berkaitan dg ukuran pelg dan ban motor.
(bukan termasuk kategori denda tilang Rp 24 juta.)
1. Pasal 68 PP 55/2012
Yang mengatur bahwa kincup roda depan dengan batas toleransi lebih kurang 5
milimeter per meter (mm/m).
2. Pasal 73 PP 55/2012
Yang menyatakan bahwa kedalaman alur ban tidak boleh kurang dari 1 millimeter.
Jadi, mengenai penggunaan ban, polisi hanya dapat menindak soal kedalaman alur ban yang tidak boleh kurang dari 1 millimeter
-(Pasal 285 ayat [1] UU LLAJ jo Pasal 73 PP55/2012). Sedangkan, soal ukuran diameter dan lebar telapak yang tidak sesuai dengan keluaran pabrik, semestinya tidak bisa ditindak karena tidak ada aturan yang secara tegas mengatur tentang hal itu. tapi untuk penggunaan velg dan ban cacing bahkan velg dan ban sepeda kayuh sudah di luar batas toleransi undang-undang lalu-lintas jalan raya tahun penggunaan ban kecil melanggar Pasal 54 UU Lalu Lintas Nomor 14 Tahun 1992 tentang persyaratan teknik laik jalan, karena penggunaan ban cacing sering mengakibatkan kecelakaan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s