Sistem ekonomi di Indonesia

image

Ilmu ekonomi politik mempelajari tentang hubungan timbal balik antara transaksi ekonomi dengan perilaku politik. Para ahli ekonomi politik melihat bahwa dalam hubungan antara negara dan pasar terdapat struktur atau anatomi, nilai-nilai, kebutuhan, dan kepentingan yang bervariasi, yang pada gilirannya dapat menimbulkan interaksi yang beragam antara negara dengan pasar. Penjelasan singkat di atas pada dasarnya memberikan gambaran bahwa pembagian sistem ekonomi ke dalam kapitalisme dan sosialisme merupakan penyederhanaan masalah (simplifikasi). Dalam praktiknya, sejumlah negara tertentu sulit untuk dapat dimasukkan ke dalam kategori kapitalisme maupun sosialisme. Di sinilah letak pentingnya studi tentang ekonomi politik, untuk mendapatkan gambaran yang menyeluruh mengenai hubungan antara ekonomi dengan politik. 

Kapitalisme merupakan suatu sistem ekonomi di mana peranan negara di dalam ekonomi minimal, sebaliknya hampir seluruh solusi terhadap masalah ekonomi diserahkan kepada pasar. Sedangkan sosialisme merupakan sistem ekonomi di mana solusi terhadap permasalahan ekonomi seluruhnya atau sebagian besar diserahkan kepada negara. Dalam sistem sosialisme, sering kali sektor swasta diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam sistem ekonomi, namun ruang geraknya dibatasi oleh ketentuan yang dibuat oleh negara sehingga peranannya di dalam proses produksi dan distribusi keuntungan sepihak segelintir orang tidak dapat menjadi dominan sebagaimana dalam sistem kapitalisme. 

Dalam konteks analisis sistem, ekonomi politik merupakan bagian dari lingkungan dalam yang mempengaruhi dinamika sistem politik. Interaksi antara ekonomi dan politik tidak terlepas dari proses input dan output di dalam sistem politik. Pengaruh ekonomi terhadap perilaku politik pada dasarnya dapat dikategorikan sebagai bagian dari proses input dalam alur sistem politik. Sebaliknya, pengaruh politik terhadap ekonomi dapat dikategorikan sebagai proses output dalam alur sistem politik. Namun, dalam kasus di mana interaksi antara pelaku ekonomi dengan pejabat politik demikian erat dalam mengeluarkan kebijakan yang menguntungkan kepentingan ekonomi keduanya maka kajian ekonomi politik pun dapat meliputi bagian proses konversi dalam analisis sistem.

 Dinamika hubungan antara negara dengan pasar sejak Indonesia berdiri hingga era reformasi diwarnai oleh fluktuasi penguatan peran negara. Negara sempat memiliki pengaruh dominan di dalam sistem politik pada masa Demokrasi Terpimpin dan juga pada masa boom minyak semasa kepemimpinan Orde Baru. Di dalam periode tersebut, pasar akhirnya terjebak dan mau tidak mau akhirnya mendorong negara membuat kebijakan yang memungkinkan akumulasi keuntungan. Kekuatan pasar yang luar biasa dalam menghadapi negara dapat ditemukan dalam kasus krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 hingga 1999 yang kono diberitakan akibat aksi ambil untung pada pasar modal dan salah satunya dilakukan oleh george soros dimana cenderung lebih banyak menguntungkan para pemilik modal (investor) . 

Dalam daftar Negara-negara kaya di dunia memang mayoritas didominasi oleh Negara yg menganut paham ekonomi kapital dan neo merkantilis.
10 Negara kaya di dunia yg diukur berdasarkan pendapatan perkapita adalah :
10. Netherlands: GDP of $40,973
9. Switzerland: GDP of $41,950
8. Hongkong: GDP of $45,944
7. United States: GDP of $46,860
6. United Arab Emirates: GDP of $47,439
5. Brunei: GDP of $48,333
4. Norway: GDP of $51,959
3. Singapore: GDP rate of $56,694
2. Luxembourg: GDP of $81,466
1. Qatar: GDP of $88,222

Memang untuk predikat Negara kaya yg diukur dari GDP mayoritas dimiliki oleh Negara dg sistem ekonomi kapital dan neo merkantilis. Tapi apakah ada yg tau definisi dari GDP dan seberapa signifikan jumlah penduduk suatu Negara mempengaruhi arah keberlangsungan ekonomi suatu Negara.

image

Tapi sekarang ada pertanyaan untuk Negara yg memiliki predikat Negara kaya yaitu :
1.apakah mayoritas(tidak perlu jumlah seluruh) penduduk suatu Negara kaya juga bisa ikut merasakan kekayaan yg dimiliki Negara mereka?
2.apakah mereka bisa bebas memilih pekerjaan apapun yg sesuai dg kemampuan mereka tanpa ada ketakutan akan adanya eksploitasi modern meliputi upah dan gaji yg diterima, standard jam kerja, perlakuan terhadap tenaga kerja?
3.apakah penduduk Negara kaya bisa bebas berinteraksi dan berkomunikasi dg penduduk lainnya dan warga negara asing tanpa takut adanya diskriminasi ras dan gender?

Kalaupun area pemetaan dipersempit menjadi lingkungan sekitar sehari-hari maka banyak yg berpendapat yg namanya orang kaya itu yg memiliki pendapatan besar. Opini seperti itu juga sering keluar dari orang2 yg tidak mengetahui ekonomi ataupun mengetahui ekonomi tapi sebatas debet/kredit dan berakhir pada nilai IPK pada transkrip kelulusan.

Tapi bisakah kita berpikir perbedaan tentang apa itu pendapatan yg diterima dan apa itu keuntungan bersih yg diterima?.
Bisakah kita membedakan kehidupan kaya yg waktu kesehariannya dihabiskan di tempat kerja dan dibandingkan dg kehidupan sewajarnya yg bisa menjalani dan menikmati hidup secara proporsional?

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s